andai saja aku menjadi presiden ..

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Alhamdulillah ini adalah postingan saya yang ketiga ..

Di sini saya akan mengulas tentang mimpi saya jia saya menjadi seorang presiden, orang pertama di negeri ini .
Banyak orang merasakan selalu terinjak oleh pemerintahnya. Apalagi untuk masyarakat menengah ke bawah, di mana posisi mereka sebagai unsur terbentuknya negara kurang diperhatikan dan malah sangat dikesampingkan. Untuk negara berkembang sebagai Indonesia ini, kebanyakan pembangunan industri di pusatkan di kota-kota besar. Sehingga pemerataan pembangunan sama sekali tidak berjalan. Pemerintah pun bingung atas kesalahan petinggi-petinggi sebelumnya. Sehingga keinginan mereka merubah sistem pembangunan pun tidak terlaksana. Dan akibatnya keadaan Indonesia semakin menurun kualitas hidupnya

Melihat kondisi yang demikian saya bermimpi untuk menjadi presiden Indonesia. Kenapa ? Karena dalam hati nurani saya, saya bisa sangat merasakan kegalauan bangsa Indonesia di tengah zaman konseptual yang berlaku sekarang ini. sehingga mudah saja bagi saya mengerti dan mau mendengarkan jeritan tangis mereka yang terinjak-injak pemerintah sendiri.

Kemudian saya pun berpikir, apa yang harus saya lakukan jika saya menjadi presiden Indonesia kelak.

Banyak hal sebenarnya yang perlu dirubah untuk menuntun Indonesia menjadi Bangsa idaman di penjuru dunia. Yang pertama masalah budaya. Saya sudah jenuh dengan mereka-mereka yang sok-sok an membenci budaya sendiri. Padahal budaya adalah identitas suatu bangsa bukan ? Jangan jauh-jauh mengambil sample budaya dari luar negeri. Kita tahu kan , yang marak terjadi sekarang ini adalah budaya mencontek, Titip Absen, mengelabui guru , perjokian dan lain sebagainya yang biasanya dilakukan para terdidik sekarang ini. Walaupun itu budaya yang tak dapat dianut, tapi mereka bangga melakukannya. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa budaya Indonesia sekarang ini adalah budaya "MALAS". Sebagai presiden , saya akan mengentaskan masalah pendidikan ini dengan benar-benar memberlakukan sistem disiplin dengan peraturan-peraturan sedemikian rupa sampai ke akar-akarnya. Bagaimana kelanjutan bangsa ini jika penghuninya saja tidak ingin cerdas dan  bisa mengubah bangsa semakin maju ? saya tidak tahu ..

Yang kedua adalah moral. Ini adalah salah satu pengaruh dari dunia luar. Sepasang muda-mudi yang berpacaran sangat disangsikan tidak pernah melakukan hal ini. Bagi mereka , ini adalah tindakan yang wajar, dan malah Afdol untuk dilakukan. Bagi saya moral yang tidak baik ini seharusnya bisa diminimalisir dari sekarang. Banyak cara yang dilakukan oleh seorang presiden mengurangi tindak asusila para pemuda. Seperti, memberikan seminar pendidikan asusila secara intens , memberikan iklan pelayanan masyarakat , mewajibkan pendidikan agama yang baik di masing-masing sekolah dan universitas, membloking tempat-tempat yang rawan akan tindak asusila, membloking situs-situs porno dan lain sebagainya. Semua itu bisa dilaksanakan dengan bekerjasa dengan pihak lain dan pasti bisa menurunkan angka kriminal asusila bagi pemuda.

Lalu masalah ekonomi yang sangat sensitif dengan keberlangsungan hidup negara. Jika saya menjadi seoran presiden, yang pasti saya lakukan untuk memajukan perekonomian Indonesia adalah menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan keterampilan khusus kepada masyarakat yang mempunyai bakat dan potensi tinggi. Hal itu bisa meminimalisir pengangguran. Nah, jika suatu perekonomian bangsa maju maka pelaksanaan pengelolaan uang negara juga pasti bagus. Untuk membersihkan budaya korupsi, saya akan memberikan hukuman "Memiskinkan para koruptor". Hal itu memberikan efek jera dan contoh terburuk jika melakukan korupsi.


Itulah masalah-masalah poko yang ingin saya rubah jika saya menjadi seorang presiden. Sebagai seorang mahasiswa sebisa mungkin saya akan memberikan kontribusi kepada bangsa ini untuk paling tidak menghilangkan budaya "MALAS" dan selalu sopan santun dengan orang lain. terima kasih





Preview of "ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI's movie"


 

               Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

 tokoh Alangkah Lucunya
Negeri Ini
  Film ini menceritakan tentang seorang pemuda yang berusaha mencari pekerjaan di bidang akademiknya sebagai lulusan Sarjana Manajemen. Sebut saja dia Muluk. Dia memiliki karakter kuat sebagai seorang yang tidak ingin menyianyiakan pendidikannya yang telah ditempuhnya selama lebih dari 17 tahun. Sebenarnya banyak pekerjaan yang bisa ia dapatkan tapi kebanyakan dari pekerjaan itu tidak sesuai dengan bidangnya, manajemen. Maka dari itu dia terus mencari dan mencari, sampai ia mendapatkan ide usaha beternak cacing.
gambar tokoh film Alangkah Lucunya Negeri Ini


                Pilihan itupun dikonsultasikan ke seseorang yang dipercayanya yaitu bapaknya, namun dia belum bias mendapatkan kata-kata apa yang bisa membuatnya bertekad bulat menjalani rencana wirausaha. Akhirnya dia mengurungkan niatnya itu dan kembali berkonsentrasi mencari pekerjaan di kantor dan instalasi tertentu. Dengan segala tekanan yang diberikan orang tua dan calon mertuanya, dia melajukan kakinya untuk segera mendapatkan pekerjaan.
                Suatu hari di saat dia berjalan menyusuri pasar, dia bertemu dengan seorang bocah, yang notabene adalah pencopet. Kemudian dia tertarik untuk mengetahui kehidupan pencopet cilik itu. Dengan alasan yang mendukung, sang bocah akhirnya bersedia untuk menunjukkan markasnya.
                Alangkah terkejutnya Muluk dengan kenyataan yang dilihatnya. Kenyataan bahwa markas ini dimiliki oleh lebih dari seorang bocah, namun berpuluh-puluh bocah cilik dan remaja ditambah sang bos, yang memiliki mata aneh (menurut saya). Nah, disitulah dia menemukan sebuah ide cemerlang untuk mengatasi nasib para pencopet kecil dan dirinya sendiri. Sebuah ide yang saya pastikan, anda belum pernah menemukannya :)
                Dia dengan bahasanya yang sopan dan berwibawa, mencoba membujuk mereka untuk bekerjasama. Bentuk kerjasama mereka adalah menjadikan Muluk menjadi manager keuangan mereka. Setiap sehabis nyopet, mereka harus menyerahkan hasil copetan mereka sebesar 10% kepada Muluk sebagai tabungan untuk mendapatkan modal usaha setelah mencopet.Di samping itu, mereka akan mendaptkan pendidikan umum dan agama untuk kemajuan kualitas hidup mereka yang tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah.  Perbincangan alot pun terjadi. Tekad kuat Muluk tidak bergeming sama sekali walaupun mereka (para pencopet) banyak yang tidak setuju. Dengan segala kerendahan hati Muluk dan kebijaksanaannya, usul itu diterima oleh semua pihak, para pencopet kecil, sang bos dan Muluk itu sendiri.
markas pencopet cilik
                Muluk menjalankan tugas itu dibantu dengan dua orang temannya yang bernama Samsul dan Pipit. Samsul sang Sarjana Pendidikan bertugas memberikan ilmu pengetahuan umum dan Pipit bertugas menjadi guru agama untuk para pencopet kecil. Dia sendiri bertugas menjadi Pengembangn Sumber Daya Manusia copet, meliputi  mengumpulkan uang hasil copetan, menabungnya, mengelolanya agar menjadi usaha yang bisa digunakan untuk mengganti pekerjaan haram mereka.
                Suasana baru itu pun sangat kentara di lingkungan pencopet kecil. Selain disibukkan dengan kegiatan mencopet, dia juga disibukkan dengan sekolah dan belajar agama, sholat dan mengaji termasuk didalamnya. Sangat menarik bukan ? dari yang tadinya hanya berfoya-foya sekarang menjadi sebuah kondisi belajar yang sangat mereka perlukan daridulu.
                Waktu terus berjalan, perkembangan-perkembangan positif berhasil ditunjukkan oleh sang pencopet kecil yang baru. Mereka sudah bisa menghafal Pancasila, pembukaan UUD 1945 dan teks-teks penting lainnya. Tidak hanyamenghafal, mereka juga mengerti akan makna-makna yang disampaikan. Selain itu, mereka juga mendirikan sholat sebagai tiang kehidupan ini. Membaca ayat Al-Qur’an pun mereka juga fasih. Tidak seperti siswa zaman sekarang, yang hanya belajar tapi tidak tahu maksud dan tujuannya.

                 Tidak hanya kualitas hidup mereka yang menampakkan kemajuan, namun keuangan mereka juga meningkat drastis. Dua bulan setelah Muluk datang, tabungan mereka sudah mencapi 21 juta. Hal itu sangat memberikan kepuasan jiwa raga kepada mereka. Kemudian Muluk memberikan janjinya untuk memberikan modal usaha mereka sebagai pekerjaan halal, yaitu NGASONG. Tentu saja banyak pro dan kontra yang timbul. Mereka menganggap bahwa ngasong adalah pekerjaan yang sulit dan memberikan hasil yang sangat sedikit dibandingkan dengan mencopet. Namun, sekali lagi dengan segala penjelasan yang diberikan Muluk kepada mereka dan dengan segala kerendahan hati yang ia miliki, banyak diantara para pencopet kecil setuju dengan usulan itu, tapi tidak semua yang menyetujuinya. Muluk memberikan 6 box dagangan, dia membebaskan mereka memilih pekerjaan mereka, NYOPET atau NGASONG dengan aturan para pencopet tidak boleh memberikan pengaruh buruk kepada para pengasong.
Inilah saatnya pencopet kecil, tokoh utama dalam film ini, diuji keteguhan hatinya. apakah mereka memilih sebuah kebenaran dan kebahagiaan sejati atau sebuah lubang kegelapan yang mereka tahu akan resikonya. Dan akhirnya pembelajaran yang mereka terima belakangan ini membuahkan hasil kemajuan moral, walaupun tidak semuanya. Enam pencopet kecil memilih mengasong, dan yang lainnya tetap mencopet.  Meski begitu, hal itu merupakan perubahan yang lebih baik.
semangat tinggi pencopet untuk bertugas
                Dengan segala tekad yang kuat mereka menjalani rutinitas baru mencari uang dengan jalan halal. Resiko tertangkap satpol pp, dagangan tidak terjual, hasil yang sedikit ,tidak dihiraukan oleh mereka. Mereka yakin perubahan kecil ini bisa merubah hidup bangsa kita yang tercinta ini. Bangsa Indonesia :)
                Banyak hal yang mewarnai perjalanan mereka melepaskan pekerjaan nyopet yang haram dan sangat beresiko itu. Kurangnnya kepercayaan  antara Muluk dan para pencopet kecil, sehingga menimbulkan kecurigaan-kecurigaan yang membuat suasana kegiatan mereka terganggu. Karena inti dari sebuah kerjasama adalah kepercayaan, maka bila sedikit saja kepercayaan itu ternodai, maka hancurlah kerjasama itu. Dengan motto itulah Muluh selalu menjaga kepercayaan para adik pencopet J. Di samping itu ada seorang bocah, namanya Gleen yang selalu kontra dengan keputusan yang sudah disepakati. Dia memang masih dalam tahap pencarian jati diri. Dia selaalu membangkan dan sulit untuk diajak belajar. Namun dengan kesabaran Samsul dan Pipit, sikapnya bisa berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih lembut dan mau belajar untuk bangkit dari keterpurukan. Alhamdulillah..
                Memang setiap keteguhan hati yang selalu terjaga keutuhannya pasti cepat atau lambat akan membuahkan hasil yang kita sendiri tak akan pernah berpikir untuk bisa meraihnya. Untuk itu selalu berjuangalah menjadikan kualitas hidup kita dan orang lain bertambah maju. Kemajuan sebuah bangsa sangat bergantung dengan kemajuan hidup rakyatnya. Dan itu adalah bagian dari tugas kita sebagai anak bangsa. Bukan begitu ? :)


diriku di kampus SI ITS ..

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Wangi suasana baru yang sangat menyengat, sedikit mengagetkanku tentang lingkungan yang mau tak mau harus kujalani. Dengan segala tekad bulat dalam hati ini kupersembahkan untuk menemani hari-hariku di sini..

Dengan restu orang tua yang tidak 100 %, atau mungkin kurang dari 70%, aku meneruskan langkah ini dengan tegap. Walau aku tahu Ridho Allah bergantung dengan Ridho orang tua.

Daftar Ulang dan semua keperluan kuliah pun sudah aku lengkapi, tinggal bagaimana mental ini siap untung menyongsong hari baru, hari yang benar-benar menjadi beban bagiku saat itu. Anda tahu bagaimana rasanya ketika orang yang paling kita sayang, sedikit menjauh dari kita ? sakit. ya, sakit yang kurasakan. Namun tak pernah aku berhenti memanjatkan do'a agar orang tuaku ikhlas menerima keputusanku..

Seminggu, sebulan kulalui dengan semangat yang tak bergairah sama sekali. Hingga sikap tegas dan pemberani yang kumiliki dari kecil pun goyah akan hal ini. Kecewa sekali rasanya, mengingat hal itu adalah kekuatan utamaku dalam menjalani hidup.

Setelah hari raya Idul Fitri 1432 H adalah puncaknya..
Orang tuaku saat itu juga berencana untuk memindahkan kuliahku di tempat lain, bukan ITS. Sedih pasti. Namun kebahagiaan orang tuaku adalah hal utama..
Pilihan yang harus kutelan mentah-mentah adalah kedokteran. Dari awal aku masuk SMA, aku sudah membuang jauh-jauh pikiranku untuk menjadi seorang dokter. Tapi sekarang, dengan penuh keterpaksaan aku meng-iyakan, tapi itu sebagai pilihan tahun depan (2012)..

Kata deal terucap dari mulutku. Orang tuaku tersenyum. Yah, memang itu yang kuinginkan. Dengan setujunya aku untuk merubah pilihan kuliah ini memang sangat mempengaruhi hari-hariku. Aku menjadi tenang, dan orang tuaku pun sudah tidak mempermasalahkan kuliahku di SI ITS.. Tapi aku sadar akan bebanku di tahun depan. Namun untuk saat ini aku tidak ingin mengganggu ketenangan jiwaku dengan tekanan yang begitu hebat..

Hari-hari di SI kujalani dengan penuh semangat. Tugas kukerjakan dengan sepenuh hati agar tak menjadi beban hidupku. Aku mencari teman sebanyak yang aku bisa agar aku selalu nyaman di kampus. Dengan penuh tekad bulat sekali lagi, aku menjalani hari-hari itu yang dulunya adalah sebuah beban, sekarang ini menjadi sebuah keindahan..

Dua bulan berlalu..
Aku menanyakan hal ini (lagi). Apakah keinginan mereka agar aku berada di kedokteran masih ada ? dan Subhanallah, mereke menjawab "Kami sudah berpikir, jikalau kamu sudah sangat nyaman dan menemukan dirimu yang sesungguhya di sini, kami ikhlas. Kami tidak akan pernah mempermasalahkan hal ini lagi. Kebahagiaanmu adalah hal utama. Kamu putri tercinta kami, dan kami bangga padamu nak ..Asal kamu selalu mengingat tujuan utamamu, kami yakin cita-citamu akan terwujud di sini "

Air mata ini menetes perlahan. Sabar dan do'a yang selalu ku panjatkan telah didengar oleh Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Bijaksana..

Semangatku pulih, sikapku yang tegas dan pemberani itu sekarang telah kembali ke pelukanku. Dengan penuh ikhlas aku bersungguh-sungguh menjalani seluruh rangkaian kegiatan di SI ITS dengan optimal..

Semoga pengalaman ini menjadikan anda untuk tidak berputus asa dalam kondisi terberat sekalipun :)